Oleh

Helmiza Fahri

Dokter Spesialis Ortopedi

RSUD Langsa

Nicholas Andry meluncurkan kata “orthopaedics”, diturunkan dari kata Yunani  untuk “betul” atau “lurus” (“orthos”) dan “anak” (“paidion”), pada tahun 1741 , saat pada usia 81 ia menerbitkan  Orthopaedia: or the Art of Correcting and Preventing Deformities in Children. Ejaan yang digunakan di Indonesia beragam, ada ortopedi, orthopaedi, orthopedi, dll.

Layanan traumatologi dan orthopedi  RSUD Kota Langsa disediakan untuk pasien yang mengalami cedera dan trauma, sehingga sendi tulang dan sendi dapat berfungsi secara normal.

Selain itu orthopedic  menangani penyakit lain selain trauma meliputi  cacat atau kelainan bawaan pada tulang kaki yang biasa di derita oleh bayi yang baru lahir( club foot), kelainan / bengkok pada tulang belakang  (scoliosis) infeksi pada tulang belakang  ( biasa disebabkan oleh TB ), tumor pada tulang,  penyakit luka pada kaki di karenakan DM  atau yang biasa disebut diabetic foot.

Traumatologi dan ortopedi merupakan spesialisasi ilmu kedokteran yang berkonsentrasi pada penanganan beberapa luka, seperti patah tulang, cedera jaringan lunak, luka kulit, dan cedera pada organ lainnya yang disebabkan oleh kecelakaan atau kekerasan yang dialami oleh seseorang. Rumah Sakit Kota Langsa menyediakan layanan traumatologi dan ortopedi untuk pasien yang mengalami luka akibat kecelakaan atau kekerasan.  Tim dokter dan perawat profesional dan terlatih siap memberikan perawatan prima dan paripurna bagi pasien trauma.

Menangani Cedera Secara Medis vs  Non Medis

Tindakan masyarakat dalam menangani cedera atau trauma masih banyak yang keliru. Mereka lebih memilih pegobatan alternatif atau sangkal putung daripada memprioritaskan terapi secara medis. Padahal hal ini dapat mengakibatkan penderitaan pasien menjadi  semakin buruk, bahkan dapat mengalami kecacatan.

Secara ilmiah, ketika terjadi cedera pasti akan terjadi pembengkakan, hal inilah yang tidak diketahui oleh praktisi pengobatan, seperti pemijat tradisional. Pada dasarnya di dalam pembengkakan terjadi perdarahan mikroseluler, yang merupakan dampak dari  perobekan pada pembuluh darah berukuran kecil, sehingga darah keluar dari pembuluhnya. Selain itu, dalam trauma seperti ini, cairan sel intraseluluer juga akan keluar  dan  mengakibatkan pembengkakan yang semakin besar. Pada kasus seperti ini, jika penderita dipijat/diurut, maka sobekan tersebut akan semakin membesar dan banyak mengeluarkan darah. Bekas pijatan/urutan dapat pula meninggalkan trauma, sehingga cairan sel yang keluar semakin bertambah banyak.

Melalui tindakan medis yang benar, penanganan terhadap cedera atau trauma diawali dengan pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kemungkinan terjadinya patah tulang. Tindakan medis selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi cedera pasien. Oleh karena jika terjadi kasus cedera, segera bawa penderita ke rumah sakit terdekat unttuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kejadian kegawatan ortopedi (emergency orthopedics) banyak dijumpai. Penanganan emergency orthopedics telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.  Teknologi dalam bidang kesehatan juga memberikan  kontribusi yang sangatuntuk menunjang penanganan emergency orthopedics.

Tenaga medis dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang adekuat terkait dengan proses perawatan emergency orthopedics pertama kali di IGD yang komprehensif, yang dimulai dari pengkajian yang komprehensif, perencanaan intervensi yang tepat, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang ditemukan selama perawatan sertadokumentasi hasil yang sistematis. Kasus-kasus yang termasuk dalam emergency orthopedics, yaitu

  1. 1. open fracture,
  2. 2. compartment syndrome
  3. 3. islokasi dan fracture dislokasi,
  4. 4. lesi vascular besar,
  5. 5. septic arthritis,
  6. 6. acute osteomyelitis
  7. 7. unstable pelvis,
  8. 8. fat emboli
  9. 9. unstable cervical spine
  10. 10. traumatic amputasi

Berdasar sifatnya emergency orthopedics dibedakan menjadi dua, yaitu sifatnya yang mengancam jiwa (life threatening) dan yang  mengancam  kelangsungan  ekstremitas ( limb threatening). Kejadian fraktur banyak ditemukan saat ini, begitu juga kasus open fraktur di IGD. Kalau tidakditangani akan menjadikannya infeksi kronis yang berkepanjangan.“ Once osteomyelitis, forever ” : Appley.

Jangan sampai melewati Golden periode (0 s/d 6 jam) pada awalnya infestasi kuman masih melekat secara fisik, sesudah itu akan melekat secara kimawi dan sulit dibersihkan dengan pencucian saja.

Penanganan definitif fraktur ada yang perlu tindakan operatif ada yang tidak.

Fraktur yang  harus di operasi :

Fraktur yang gagal dengan tindakan konservatif,

Fraktur  intra artikuler,

Fraktur joint depressed lebih dari 5 mm,

Fraktur avulsi akibat tarikan ligament

Kenapa harus takut bila ditangani oleh dokter ortopedi?

  1. 1. Pembiayaan : RSUD  kota Langsa menerima klaim jasa raharja bagi
  2.    pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan BPJS dan asuransi
  3.    swasta lainnya bagi yang non kecelakaan sehingga pasien tidak perlu
  4.    membayar alias free
  5. 2. Operasi : Adalah prosedur biasa yang melibatkan team meliputi
  6.    dokter anestesi dan lainnya. RSUD Kota Langsa selalu menerapkan
  7.    patient safety dalam penanganannya.
  8. 3. Apakah semua patah tulang harus dioperasi ? tentu tidak, operasi
  9.    dilakukan bila patahnya sdh sesuai kriteria, bila ada kontra indikasi
  10.    maka bisa dilakukan tindakan lainnya seperti pemasangan gips.
  11. 4. Apakah ada efek samping dari pemasangan plat ( jika hujan
  12.    tersambar petir?)
  13.    Plat atau implant yang dipasang tidak berefek sama sekali oleh
  14.    hantaran listrik sehingga aman, dan bila sudah waktunya tiba akan
  15.    dilakukan tindakan pengambilan.

Langsa, 10 Agustus 2017

Copyright © 2018 - Rumah Sakit Umum Daerah Langsa

Untuk Menghubungi IGD 24Jam        (0641) 22800