Open/Close Menu (Senyum, Efisien, Ramah, Aman, Mudah, Bermutu, Islami)

Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan.  Rubella disebabkan oleh infeksi virus yang menular dari satu orang ke orang lain. Seseorang bisa terserang rubella ketika menghirup percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur penderita juga memungkinkan seseorang mengalami rubella. Selain melalui cara tersebut, virus rubella juga dapat menular dari ibu hamil ke janin.

Tanda Gejala Penyakit Rubella

Rubella tergolong infeksi ringan, dan biasanya hanya menyerang satu kali seumur hidup. Akan tetapi rubella dapat memberikan dampak yang lebih serius pada ibu hamil. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu hami mengalami keguguran atau memicu sindrom rubella kongenital pada janin.

Sindrom rubella konginital diketahui menuyerang lebih dari 80% bayi dari ibu yang terinfeksi pada usia kehamilan 12 minggu. Sindrom rubella kongenital sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat lahir seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan dan gangguan pertumbuhan.

  1. Ruam merah yang bermula di wajah, lalu menyebar ke badan dan tungkai.
  2. Demam.
  3. Sakit kepala.
  4. Pilek dan hidung tersumbat.
  5. Tidak nafsu makan.
  6. Mata merah.
  7. Nyeri sendi, terutama pada remaja wanita.
  8. Muncul benjolan di sekitar telinga dan leher, akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Pencegahan Rubella

Rubella dapat dicegah dengan imunisasi MMR atau MR. Selain memberikan perlindungan terhadap rubella, vaksin MMR juga dapat mencegah gondongan dan campak. Sedangkan vaksin MR tidak melindungan dari gondongan. Lebih dari 90% penerima vaksin MMR akan kebal dari serangan rubella. Imunisasi MMR dianjurkan untuk dilakukan dua kali, yaitu pada usia 15 bulan dan 5 tahun. Pada orang yang belum pernah mendapat imunisasi MMR, vaksin ini dapat diberikan kapan saja.

Wanita yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan untuk menjalani tes darah. Jika hasil tes menunnjukkan tidak ada kekebalan terhadap rubella, vaksin MMR akan diberikan, dan setidaknya satu bulan kemudian baru diperbolehkan untuk hamil. Vaksin ini tidak boleh diberikan saat sedang hamil.

Jika terdapat kontak dengan penderita rubella atau curiga terpapar oleh virus rubella, wanita hamil perlu segera ke dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan.

Pengobatan Rubella

Pengobatan rubella cukup dilakukan di rumah, karena gejalanya tergolong ringan. Dokter akan meresepkan obat paracetamol guna meringankan nyeri dan demam, serta menyarankan pasien untuk banyak istirahat di rumah, agar virus tidak menyebar ke orang lain.

Pada ibu hamil yang menderita rubella, dokter akan meresepkan obat antivirus, meski dapat mengurangi gejala, antivirus tidak mencegah kemungkinan bayi menderita sindrom rubella kongenital.

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Copyright © 2018 - Rumah Sakit Umum Daerah Langsa

Untuk Menghubungi IGD 24Jam        (0641) 22800